Raptor

adalah kata yang biasa digunakan untuk menyebut jenis-jenis burung pemangsa. Kelompok burung ini mempunyai cici-ciri khusus yang tidak dapat...

adalah kata yang biasa digunakan untuk menyebut jenis-jenis burung pemangsa. Kelompok burung ini mempunyai cici-ciri khusus yang tidak dapat ditemukan pada jenis burung yang lain, yaitu:

a. paruh yang melengkung dan tajam

  1. cakar yang kuat dan tajam
  2. mencengkeram dan membawa mangsa dengan menggunakan cakarnya

Indonesia mempunyai berbagai jenis raptor yang aktif siang dan malam hari. Tidak kurang dari 70 jenis raptor diurnal (aktif siang hari) tersebar di seluruh Indonesia, dimana 16 jenis diantaranya adalah jenis yang endemic (tidak terdapat di daerah lain). Belum lagi jenis yang nocturnal (aktif pada malam hari). Makanan utama kelompok burung pemangsa ini adalah daging (segar ataupun bangkai), tapi ada juga yang makan ikan, serangga, dan ular.

Posisinya sebagai pemangsa puncak, raptor mempunyai peranan yang sangat penting di alam, yaitu sebagai pengontrol populasi mangsanya. Sedangkan kepekaannya terhadap perubahan suatu ekosistem dapat menjadikannya sebagai indikator kondisi ekosistem yang sehat.

Karena fungsinya yang sangat penting, pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan yang menyatakan bahwa semua jenis burung pemangsa adalah dilindungi. Sanksi yang mengancam orang yang melanggar peraturan tersebut adalah penjara 5 tahun atau denda sebanyak 100 juta rupiah.

Namun begitu, masih banyak aktifitas manusia yang mengancam keberadaan burung pemangsa ini di alam. Di antaranya adalah: perburuan, perdagangan illegal dan hilangnya hutan yang menjadi habitat bagi burung pemangsa.

Selain berakibat buruk bagi satwanya, pengkandangan (untuk dijual atau dipelihara) dapat juga mengakibatkan hal buruk bagi orang-orang di sekitarnya. Berikut ini adalah beberapa akibat buruk dari pengkandangan bagi satwa dan orang-orang di sekitarnya:

a. Pengkandangan biasanya menyebabkan satwa mengalami stress, kerusakan pada bulu dan berbagai macam penyakit

  1. Penempatan satwa dalam kandang yang berdekatan dengan manusia juga dapat menyebabkan penyakit seperti Flu burung (Avian influenza)

Olah karena itu, perlu dilakukan usaha-usaha untuk menjaga agar keberadaan burung pemangsa di alam dapat terus terjaga. Beberapa hal yang dapat kita lakukan di antaranya adalah:

1. jangan berburu dan mengganggu sarang burung pemangsa

  1. jangan membeli/menjual burung pemangsa
  2. laporkan kepada petugas bila ada orang yang berburu/menjual/membeli burung pemangsa
  3. menjaga hutan sebagai habitat burung pemangsa
  4. ajak orang-orang di sekitar kita melakukan seperti yang kita lakukan

SEVA NAZAR SETIADI (tenaga kontrak BTNGHS Resort Salak 1)

You Might Also Like

0 comments